Yayasan Pendidikan Salman Al Farisi Bandung adalah lembaga pendidikan yang berfokus pada kualitas pembelajaran, fondasi ilmu, pembentukan karakter, dan nilai nilai ke Islaman. Di sini, kami merangkul setiap siswa sebagai perwujudan potensi luar biasa, memandu mereka dalam perjalanan pendidikan yang holistik dan inspiratif menuju kesuksesan masa depan.
Sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, Yayasan Pendidikan Salman Al Farisi memiliki pusat sumber belajar yang dapat diandalkan oleh seluruh civitas akademika, sehingga dapat meningkatkan independensi dan rasa percaya diri lembaga.
Salman Al Farisi Bandung menjadi tempat di mana pembelajaran menjadi petualangan ilmu dan karakter, kami adalah yayasan pendidikan yang berdedikasi untuk memberikan pengalaman belajar yang inspiratif dan holistik bagi semua siswa.
Pada masa itu, sistem pendidikan formal yang dibangun pemerintah cenderung memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Namun, pada kenyataanya nilai agama dalam dunia pendidikan menjadi model yang tidak terpisahkan. Sekolah Salman Al Farisi di Bandung bermula dari inisiatif pengurus dan aktivis Pusat Aktivitas Salman (PAS) Masjid Salman ITB. Mereka merasakan adanya ketimpangan antara sekolah swasta Islam dan sekolah swasta lainnya, serta menyadari pentingnya pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Muslim di masa depan. Dalam pertemuan-pertemuan ini, muncul gagasan untuk merancang konsep pendidikan Islam yang integratif, yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan iman.
Diskusi yang dilakukan para aktivis Mesjid Salman ITB melahirkan sebuah ide dan kesepakatan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal yang diawali dengan pendirian taman kanak-kanak. Pada bulan Agustus 1989, didirikanlah Taman Kanak-Kanak (TK) Salman Al Farisi sebagai fondasi untuk membangun generasi Muslim yang tangguh, berilmu, dan beriman.
Pemilihan nama "Salman Al Farisi" untuk sekolah ini memiliki makna yang sangat mendalam dan penuh inspirasi. Salman Al Farisi adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal bukan hanya karena keimanan dan ketakwaannya, tetapi juga karena kecerdasan dan pengetahuannya yang luas. Salman dikenal sebagai seorang ilmuwan dan ahli strategi militer, terutama dalam bidang teknik dan rekayasa (engineering).
Lahir di Persia (sekarang Iran), Salman Al Farisi tumbuh sebagai seorang pencari kebenaran sejati. Ia menempuh perjalanan yang panjang dan penuh tantangan dalam upaya menemukan Islam, hingga akhirnya ia memeluk agama ini dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi. Dedikasi dan kesungguhannya dalam mencari ilmu serta kebenaran agama menjadikannya simbol bagi mereka yang bersemangat dalam mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan.
Nama "Salman Al Farisi" ditulis oleh pada pendiri untuk menanamkan nilai-nilai yang diwakili oleh sahabat Nabi ini kepada seluruh peserta didiknya. Nama ini dipilih untuk menginspirasi generasi muda Muslim agar meneladani semangat pencarian ilmu yang dimiliki Salman Al Farisi, serta kemampuannya mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan keimanan. Diharapkan, sekolah ini dapat melahirkan generasi ilmuwan Muslim yang bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, moral yang tinggi, dan berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Seiring waktu, Sekolah Salman Al Farisi terus berkembang. Pada tahun 1991, didirikan Sekolah Dasar (SD) Salman Al Farisi sebagai kelanjutan dari pendidikan dasar yang berfokus pada integrasi iman dan ilmu. Enam tahun kemudian, pada tahun 1997, dibuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Salman Al Farisi untuk melanjutkan visi yang sama. Selama priode ini berlangsung Sekolah Salman Al Farisi terus didorong untuk dapat menjadi lembaga dapat membekali peserta didik dari tingkat yang paling dasar, sehingga lahirnya pada tahun 2000, Sekolah Salman Al Farisi menambah Play Group sebagai bagian dari upaya membina pendidikan sejak usia dini.
Hingga kini, Sekolah Salman Al Farisi terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan formal yang unggul dengan fokus utama pada pembentukan akhlak dan karakter yang kuat pada setiap peserta didiknya. Sekolah ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan secara umum, tetapi juga mengintegrasikannya dengan nilai-nilai keislaman yang mendalam. Dengan demikian, setiap anak didik tidak hanya diharapkan menjadi pribadi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia modern dengan iman yang kokoh.
Sekolah Salman Al Farisi bercita-cita untuk membentuk generasi Muslim yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap menjadikan iman dan moralitas sebagai landasan utamanya. Melalui pendekatan pendidikan yang komprehensif ini, sekolah berusaha menyiapkan peserta didiknya untuk menjadi "khalifatullah fil ardl yang abdillah dan rahmatan lil alamin".
Menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi muslim sebagai khalifatullah fil ardl yang abdillah dan rahmatan lil alamin.
Digunakan sejak 1989 sampai 2019
2019 sampai Sekarang
Pilar berwarna oranye menunjukan semangat jiwa muda akan keingintahuan dalam mencari ilmu. Huruf ‘S’ juga melambangkan identitas Salman Al-Farisi sebagai Induk dari unit-unit lainnya.
Simbol buku berwarna kuning yang terbuka menunjukan rasa keceriaan, kesenangan dan kebahagiaan dalam menjalani proses pembelajaran bersama Salman Al-Farisi. Dengan optimisme tersebut, diharapkan suasana didalam lingkungan akan terjaga dengan baik.
Mewakili Pondasi sebagai landasan kehidupan islami yang sesuai dengan Visi lembaga. Warna Hijau menunjukan kepedulian terhadap lingkungan, kestabilan dan kemakmuran sekaligus mencerminkan lingkungan asli wilayah sekolah Salman Al-Farisi.